    |
|
|
Penyusunan Strategi Perusahaan dengan Menggunakan Perspektif Teori Option
leh Paula Widiastuti, SE, MSM. Diringkas dari: "STRATEGY THROUGH THE OPTION LENS: AN INTEGRATED VIEW OF RESOURCES INVESTMENTS AND THE INCREMENTAL-CHOICE PROCESS" oleh Edward H. Bowman dan Dileep Hurry Option (Opsi) Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu. Misalnya harga saham Telkom di bursa Amerika Serikat adalah US$ 29 per saham. Kalau seorang investor membeli call options untuk saham Telkom dengan strike price US$ 30 dan jatuh tempo tiga bulan dari sekarang, maka dalam tempo tiga bulan investor tersebut punya hak untuk membeli saham Telkom dari penjual opsinya seharga US$ 30 per saham. Jika dalam tiga bulan harga saham Telkom ternyata US$ 40 per saham, maka investor tersebut boleh menggunakan haknya (istilahnya exercise opsi) membeli saham Telkom dengan harga US$ 30 per saham. Kemudian kalau mau, investor tersebut bisa segera menjualnya di pasar dengan harga US$ 40 per saham, sehingga ia mendapat untung $10 per saham. Namun, jika ternyata harga saham Telkom setelah tiga bulan bukan US$ 40 melainkan US$ 15, investor tidak perlu exercise call options-nya karena Ia bisa membeli saham lebih murah dari US$ 30 per saham di pasar dan membiarkan saja kontrak call options-nya berakhir tanpa digunakan sehingga ia cuma rugi sebesar harga yang ia bayar untuk beli kontrak itu (harga ini disebut sebagai premi dari opsi dan merupakan sunk cost yaitu biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat kembali lagi). Pada puts options, investor yang membeli akan mempunyai hak untuk menjual aset tertentu dengan harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Kalau harga aset turun drastis, pemegang kontrak put options akan untung besar. Sebaliknya, kalau harga aset naik di atas harga patokan, pemegang put options akan rugi sebesar premi dari opsi. ption dan Strategi Strategi pengambilan keputusan pada suatu perusahaan sangat terkait dengan pemilihan beberapa alternatif investasi tergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut (Schendel dan Patton, 1978). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa strategi yang diambil akan sangat tergantung dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Demikian pula dengan option, strategi pemilihannya juga tergantung dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan (Bowman dan Hurry, 1987; Hurry, 1993; Miller dan Bowman, 1992) yang sesuai dengan logika ekonomi (Dixit, 1992). Tujuan dari opsi adalah untuk memperkecil risiko yang dihadapi akibat dilakukannya suatu investasi serta memperkuat kemampuan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dengan agresif dengan biaya minimal. Teori opsi sebagai bagian dari ekonomi keuangan dan manajemen strategi tidak terlepas dari fenomena perilaku. Cox dan Rubinstein (1984:vii) memberi contoh bahwa pada situasi mendatang yang tidak pasti dan tidak dapat diramal maka pemegang option lebih senang membiarkan option-nya tetap open dan membeli kontrak opsi. Jika harga naik investor mempunyai pilihan untuk menjual atau tetap menahan. Bagaimana investor menentukan pilihan yang akan diambil akan tergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut (Myers, 1997) dan walaupun investor tidak membeli kontrak opsi tetapi investor akan melakukan pola yang mirip dengan kontrak opsi tersebut tergantung preferensinya misalnya menjual pada saat opsi telah mencapai harga tertentu atau menahan opsi jika belum mencapai harga tertentu. Pengambilan keputusan untuk menjual atau mempertahankan opsi akan sangat tergantung pada kejelian pengambil keputusan akan adanya kesempatan yang sebetulnya dapat dikenali atau yang biasanya disebut shadow option (Bowman dan Hurry, 1987). Pengenalan terhadap shadow options terjadi melalui retrospective sense making (Hurry, Miller dan Bowman, 1992) yang harus dimiliki oleh setiap pengambil keputusan. Proposisi Dalam tulisan ini, Edward H, Bowman dan Dileep Hurry mencari titik temu antara teori option dengan manajemen strategi perusahaan. Ada 5 proposisi yang dikemukakan yaitu: Proposisi 1: Organisasi yang dapat membuat kombinasi (bundle) opsi dengan lebih baik akan berkembang lebih agresif pada pasar dan ekonomi berkembang bahkan pada pasar dan ekonomi yang sulit daripada kompetitor yang tidak mengembangkan dengan baik option bundle-nya. Proposisi 2: Pada persepsi realistik dari lingkungan usaha yang tidak pasti, organisasi yang menahan opsi pada waktu periode yang tidak stabil dan menjual opsi pada periode yang stabil akan berkembang pada jangka waktu panjang lama serta mendapat keuntungan akibat kinerjanya jika dibandingkan dengan organisasi lain yang mempunyai perilaku yang berbeda. Proposisi 3: Organisasi yang memasuki bisnis dan pasar baru dengan investasi yang dikombinasikan misalnya membeli opsi dalam jumlah kecil diikuti dengan investasi lain dalam jumlah besar akan mempunyai kinerja yang baik dibandingkan dengan organisasi yang memasuki pasar dan bisnis baru dengan hanya salah satu jenis investasi saja (misalnya satu jenis investasi baik kecil maupun besar). Proposisi 4: Kinerja organisasi yang mempunyai investasi dalam bentuk opsi mempunyai hubungan dengan waktu investasi tersebut dengan level mulai dari yang paling tinggi kinerjanya (level a) hingga yang paling rendah kinerjanya (level e) dengan urutan kinerja paling tinggi yaitu membeli opsi (call) setelah mendapat dua signal, menjual opsi setelah menerima signal kesempatan, membeli opsi setelah menerima signal datangnya kesempatan, menjual dan membeli opsi setelah menerima signal expiration dan menerima dan menjual opsi sebelum datangnya signal. Proposisi 5: Organisasi dengan struktur yang mampu menahan portofolio dari opsinya akan memperlihatkan diversifikasi yang lebih luas dibandingkan organisasi dengan struktur yang tidak mempunyai kemampuan untuk menahan opsinya. Strategi dan Teori Organisasi Dengan perspektif options, manajemen strategi dan teori organisasi dapat dibagi menjadi empat tema, yaitu: resource allocation, sense making, organizational learning dan strategic positioning. Pembagian ini tergantung pada dua hal yaitu tipe dari pengambilan keputusan apakah berfokus pada isinya (content themes) atau prosesnya (process themes) dan bagaimana tipe analisisnya apakah berorientasi pada masa depan atau tidak. Konklusi Beberapa penjelasan lain dalam temuan empiris tentang option lens telah banyak dipublikasikan oleh peneliti lain: Interaksi antara strategi dan pemilihan lingkungan. Menurut Child (1972), organisasi akan beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedangkan menurut Levinthal (1991), organisasi dan lingkungannya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Garbage can yang dikembangkan oleh March dan Olsen pada 1976. Teori ini sejalan dengan shadow options dan isinya kurang lebih bahwa sumber investasi sekarang dapat membuat pilihan strategi investasi untuk masa mendatang. Means consensus oleh Bourgeois (1980): Organisasi dengan manajer yang mempunyai konsensus yang sama terhadap strateginya akan memiliki kinerja yang baik (outperform). Risk-return paradox yaitu adanya korelasi negatif antara keuntungan yang didapat perusahaan dengan variasi dari keuntungannya (Bowman, 1980, 1982). Masih banyak riset lanjutan yang dapat diteliti menggunakan perspektif option. Perspektif teori opsi juga dapat memberikan pandangan yang berbeda terhadap strategi organisasi misalnya teori psychologizing dari suatu perusahaan (March dan Simon, 1958; Simon, 1995) yang memandang ekonomi sebagai pendekatan untuk menyusun strategi.
|
|
 |
|
No reactions yet.
Please login or sign up to rate this intel.
Please login or sign up to add a comment.
The copyright for this content entitled "Penyusunan Strategi Perusahaan dengan Menggunakan Perspektif Teori Option" has been specified by the contributor as:
All Rights Reserved
This content may not be copied, distributed or adapted by anyone under any circumstances.
|
 |
|
This intel was contributed by paulawn
|
May, 2012
2008
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2009
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2010
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2011
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2012
January, February, March, April, May
|
|
Not a member yet?
Qondio is a powerful network for making it online. If you have a website to
promote, we can help.
Sign up and get in on the action.
|
|
Welcome to Qondio! Discover the awesome power this network can deliver by going to our About page. Or you could skip straight to the Sign Up form.
|
|